apa itu seo on page, seo off page dan bagaimana cara kerja seo

SEO selalu berkembang dari waktu ke waktu. Seiring dengan perkembangan algoritma google, maka teknik seo pun harus mengikutinya. Silahkan baca selengkapnya penjelasan tentang pengertian seo, on page seo, off page seo, dan cara kerja seo.

A. Pengertian SEO

Apa Itu SEO? SEO adalah akronim yang merupakan singkatan dari Search Engine Optimization atau optimasi mesin pencari. Yaitu sebuah proses untuk mengoptimalkan situs website supaya bisa muncul di halaman 1 hasil pencarian. Dengan kata lain, SEO adalah sebuah usaha untuk membuat situs website lebih menarik bagi mesin pencari seperti Google. Optimasi ini dilakukan dengan harapan bahwa mesin pencari akan menampilkan situs web tersebut di halaman pertama google secara alami dan tanpa iklan.

Dengan menerapkan SEO pada sebuah website maka dalam hitungan bulan atau tahun bisa masuk di halaman 1 Google. Perbedaan waktu tersebut disebabkan karena tingkat kompetisi yang berbeda pada kata kunci yang ditargetkan. Fakta membuktikan bahwa web yang berada di halaman pertama google mendapatkan 90% traffic pencarian Google. Sehingga peluang terjadinya konversi sangat tinggi. Karena orang yang sedang bertanya kepada google adalah orang yang sedang membutuhkan solusi atas permasalahan yang dihadapinya.

B. Istilah Umum SEO

Setiap bidang ilmu mempunyai istilah khusus dan spesifik, demikian juga dengan SEO. Berikut beberapa istilah umum yang sering muncul dalam pembahasan SEO, antara lain:

1. Search Engine

Search engine atau mesin pencari merupakan program komputer yang bekerja berdasarkan algoritma yang disisipkan dalam program tersebut. Ada banyak mesin pencari di dunia ini, seperti Google, Bing, Yahoo, Yandex, Baidu, Naver, dan lain-lain. Adapun di Indonesia mayoritas netizen menggunakan Google sebagai search engine utama, bahkan pengguna Google mencapai 112 juta orang di Indonesia pada bulan Januari tahun 2020.

2. Keywords

Keywords atau kata kunci merupakan sebuah frasa atau kalimat yang diketik oleh netizen di kotak pencarian seperti Google. Misalnya ketika ada orang yang ingin mengiklankan websitenya di halaman 1 google, biasanya mengetikkan kata kunci jasa adwords. Dalam hitungan detik Google langsung menampilan website-website yang memberikan layanan jasa adwords seperti berbagiide.com.

3. SERP

SERP adalah akronim dari Search Engine Results Pages. Yaitu halaman-halaman yang ditampilkan oleh mesin pencari sebagai respon dari kata kunci yang diketikkan di kotak pencarian. Urutan SERP biasanya terdiri dari 4 deret iklan, maps yang relevan, 10 web yang relevan, dan 3 deret iklan. Untuk kata kunci tutorial atau panduan, biasanya halaman SERP tidak menampilkan iklan dan maps. Karena jarang sekali yang mengiklankan web panduan atau tutorial, kecuali turotial yang berbayar mungkin ada yang diiklankan.

4. Niche

Niche adalah ceruk pasar atau target market. Yaitu suatu bidang yang spesifik yang dibidik untuk menjadi target pemasaran sebuah bisnis. Seperti penginapan, kuliner, fashion, digital marketing, dan lain-lain. Setiap website sebaiknya mempunyai 1 buah niche yang sesuai dengan visi dan misi pemilik webnya. Karena dengan memiliki ceruk pasar yang spesifik maka sebuah website akan lebih mudah untuk bisa masuk ke halaman pertama google.

5. Algorithm

Algorithm atau disebut juga algoritma merupakan sebuah sistem perhitungan yang digunakan oleh mesin pencari untuk menentukan tingkat relevansi sebuah konten sehingga bisa ditampilkan di SERP. Setiap mesin pencari mempunyai algoritma yang berbeda. Namun algoritma yang paling menjadi rujukan SEO adalah algoritma google. Karena Google merupakan mesin pencari terbaik yang digunakan oleh 96% netizen di Indonesia.

6. Backlink

Backlink atau inbound link adalah link yang berada di website lain yang menuju ke website kita. Dengan kata lain, backlink merupakan rekomendasi sebuah website terhadap website kita.

7. External link

External link atau outbound link adalah link yang berada di website kita yang menuju ke website lain. External link merupakan kebalikan dari backlink.

8. Internal link

Internal link adalah link yang berada di website kita yang menghubungkan antar halaman web.

9. Domain Authority

Domain authority disebut juga otoritas domain atau otoritas web. Yaitu nilai otoritas sebuah website yang dimulai dari 1-100. Website yang baru dibuat biasanya memiliki nilai otoritas =1. Semakin tinggi nilai otoritas web maka akan semakin mudah memenangkan sebuah kata kunci yang kompetitif.

C. On Page SEO

On page SEO merupakan langkah-langkah optimasi mesin pencari yang fokus pada sisi internal website. Optimasi on page SEO ini mencakup banyak hal, antara lain:

1. Meta Title

Meta title atau judul halaman web sebaiknya singkat, padat, dan jelas. Idealnya judul web tidak lebih dari 70 karakter dan mengandung kata kunci yang ditargetkan. Judul tersebut hendaknya mudah dimengerti oleh para netizen dan juga search engine. Karena judul merupakan cerminan dari isi konten web tersebut. Semakin relevan sebuah judul maka akan semakin kompetitif.

2. Meta Description

Meta description atau deskripsi halaman web seyogyanya menjabarkan isi konten web secara singkat dan jelas. Meta deskripsi sebaiknya tidak lebih dari 160 karakter dan mengandung kata kunci yang dioptimasi.

3. URL

URL adalah akronim dari Unifrom Resource Locator yang didefinisikan sebagai rangkaian karakter yang digunakan untuk menunjukan alamat dari suatu sumber halaman web. URL sebaiknya mengandung kata kunci yang ditargetkan dalam optimasi web. Misalnya jika menargetkan kata kunci gramcaster, maka URL yang digunakan domainweb.com/gramcaster/.

4. Keywords

Keywords atau kata kunci sebaiknya dicantumkan dalam sebuah halaman web secara proporsional. Jangan terlalu berlebihan dalam memasukkan kata kunci ke sebuah halaman web. Karena jika terlalu banyak kata kunci maka para pembaca akan merasa tidak nyaman. Sebaiknya kata kunci tersebut berkisar 2% dari total kata yang ada di di halaman web tersebut.

Pastikan juga anda menggunakan kata kunci yang mempunyai jumlah pencarian tinggi supaya website anda banyak dikunjungi oleh orang-orang yang mencari informasi lewat mesin pencari. Lakukan research jumlah pencarian kata kunci dengan menggunakan tool google keyword planner. Dari data google keyword planner dapat diketahui berapa banyak jumlah pencarian kata kunci pada setiap bulan, tingkat persaingan, asal lokasi pencarian, kata kunci yang relevan, dan lain-lain.

5. Konten

Isi konten halaman atau artikel harus relevan dengan kata kunci yang ditargetkan. Dan pastikan bahwa konten artikel anda lebih lengkap dari konten artikel sejenis yang sudah online lebih dulu. Sehingga mesin pencari google akan menilai bahwa konten web anda lebih layak untuk ditampilkan di posisi yang lebih tinggi.

Anda juga harus memastikan bahwa konten yang ada di dalam web adalah konten original, bukan konten plagiarism. Karena konten yang bersifat bajakan atau hasil copas tidak akan lolos dari algoritma google. Dan efek terburuknya adalah web anda akan deindex dari google. Jadi berusahalah untuk menulis konten secara manual dan natural.

6. Sistem Heading

Sistem heading atau sistem pembahasan materi pada sebuah konten memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan pembaca. Semakin teratur sebuah sistem heading maka akan semakin mempermudah pembaca dalam memahami isi konten web. Gunakan H1 untuk judul halaman, H2 untuk poin pembahasan, H3 untuk sub poin pembahasan dan seterusnya. Semakin terperinci susunan sebuah konten maka akan semakin mudah difahami oleh pengunjung web.

7. Alt Attribute

Sebuah konten web tentunya kurang menarik jika tidak dilengkapi dengan gambar atau video. Oleh karena itu sangat disarankan untuk memasukkan gambar yang menarik ke dalam konten web anda. Namun pastikan juga gambar tersebut sudah melalui proses kompresi sehingga ukuran gambarnya tidak lebih dari 300kb. Dan sebelum gambar tersebut diupload, hendaknya direname sesuai dengan kata kunci yang ditargetkan.

8. Internal Link

Internal link berperan penting dalam mengarahkan pengunjung web untuk membuka halaman lain yang masih relevan. Internal link juga dapat mengurangi tingkat persentase bounce rate. Karena tingkat bounce rate merupakan salah satu faktor yang dianalisa oleh algoritma rankbrain google.

9. External Link

External link memiliki pegaruh yang cukup kuat terhadap reputasi sebuah website. Jika diibaratkan konten baru seperti karya ilmiah yang baru diterbitkan, maka catatan kaki dan sumber referensi menjadi bahan pertimbangan utama bagi pembacanya. Demikian juga dengan mesin pencari, google akan menganggap sebuah konten berkualitas jika konten tersebut memiliki external link ke website-website yang memiliki otoritas tinggi di nische yang sama.

10. Mobile Friendly

Dengan semakin meningkatnya jumlah pengguna google dari smartphone maka sejak tahun 2015 google mewajibkan design web yang responsif. Dalam hal ini tampilan website harus bisa menyesuaikan dengan layar handphone, tablet, desktop, dan sejenisnya. Jika tampilan web tidak mobile friendly maka akan sulit untuk bisa bersaing di pencarian yang menggunakan telepon seluler.

11. Site Speed

Kecepatan website menjadi faktor yang penting bagi para netizen. Bayangkan ketika anda membuka sebuah halaman web yang loadingnya terlalu lama, alias lemot, pasti anda merasa kesal dan mungkinĀ  menutup web tersebut. Begitu juga dengan search engine, Google sangat menyukai website yang mempunyai loading cepat. Semakin cepat akses muat web maka akan semakin berpeluang menduduki posisi teratas SERP.

12. Social Share Button

Tombol share ke media sosial memiliki peranan penting untuk konten web anda. Dengan adanya tombol tersebut maka para pengunjung web anda akan dengan mudah membagikan artikel web ke media sosial yang mereka miliki. Semakin sering konten tersebut dibagikan di sosial media maka google akan menganggap konten tersebut berkualias. Apalagi jika konten tersebut dibagikan oleh orang-orang yang memiliki ribuan koneksi maka peluang viralnya sangat tinggi.

13. Google Trust Rank

Trust rank merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan google terhadap website anda. Sebuah website dapat dipercaya oleh google jika memiliki halaman khusus tentang kami, kebijakan privasi, ketentuan layanan, dan hubungi kami. Disamping itu masa aktif domain juga ikut andil dalam memberikan trust kepada google. Oleh karena itu, jika anda serius untuk mengurus bisnis online maka belilah domain untuk jangka waktu 2 tahun atau lebih. Jangan menggunakan blog gratisan untuk membangun sebuah web bisnis. Karena blog gratisan tidak akan mampu bersaing melawan blog-blog yang berbayar.

Untuk website yang berisi tentang YMYL (Your Money Your Life), seperti web bisnis, keuangan, perbankan, asuransi, kesehatan, dan sejenisnya harus memenuhi standar EAT(Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness) yang diterapkan oleh Google. Silahkan baca selengkapnya >>>pengertian EAT.

D. Off Page SEO

Off Page SEO adalah optimasi mesin pencari yang berfokus pada sisi external website. Yaitu optimasi yang dilakukan dengan cara mempromosikan website tersebut kepada para netizen. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:

1. Gunakan Sosial Media

Sosial media merupakan platform yang paling mudah untuk mempromosikan website anda. Buatlah akun media sosial khusus yang ditujukan untuk melakukan branding website anda. Gunakan channel youtube, instagram, facebook, linkedin, dan sejenisnya untuk mempromosikan konten website anda. Jika diperlukan manfaatkan juga iklan berbayar yang disediakan oleh sosial media tersebut. Semakin viral web anda di sosial media maka akan semakin bagus. Dan mungkin akan ada blogger yang mengutip web anda di dalam blog mereka.

2. Manfaatkan Google Maps

Buatlah titik lokasi bisnis anda di google maps. Jangan lupa cantumkan nama web anda di lokasi tersebut. Semakin banyak orang yang mengetahui lokasi bisnis anda maka akan semkin dikenal juga website anda. Ini merupakan langkah yang sangat mudah untuk dilakukan oleh semua pemilik bisnis. Karena dengan adanya kehadiran usaha anda di google maps maka calon pengunjug web akan lebih mudah bertemu dengan anda.

3. Melakukan Link Building

Setelah optimasi on page dilakukan secara maksimal maka langkah selanjutnya adalah melakukan link building. Yaitu sebuah proses untuk membangun backlink yang mengarah ke website anda. Pembuatan backlink harus dilakukan secara natural dan alami. Semakin banyak backlink yang anda dapatkan maka akan semakin meningkat juga otoritas web anda. Terutama jika backlink tersebut berasal dari website-website yang memiliki otoritas tinggi.

E. Cara Kerja SEO

Memahami cara kerja SEO sama dengan mempelajari cara kerja google. Pernahkah anda memperhatikan bagaimana mesin pencari bekerja? Berikut cara kerja google yang perlu anda ketahui:

1. Crawling

Google mengirimkan crawler yang disebut dengan googlebot ke seluruh halaman web di internet. semakin sering melakukan update konten web maka googlebot akan semakin sering mengunjungi web anda.

2. Indexing

Setelah googlebot melakukan crawling dan mendapatkan data baru, maka googlebot melakukan copy data dan menyimpannya dalam Google index database.

3. Responding

Ketika ada netizen yang mengetikkan sebuah kata kunci di kotak pencarian, maka google langsung bekerja mencari halaman-halaman web yang relevan untuk ditampilkan di SERP. Hanya dalam hitungan detik saja google mampu memberikan jawaban terbaik kepada netizen yang bertanya.

4. Monitoring

Setelah Google memberikan jawaban yang paling relevan kepada netizen, maka google akan melakukan monitoring terhadap interaksi user. Semakin lama pengguna google menyelami halaman web berarti halaman web tersebut berkualitas. Dan jika sebuah halaman web lebih baik dari halaman web lain maka Google akan menaikkan halaman tersebut ke posisi yang lebih tinggi di hasil pencarian.

Setelah anda memahami apa itu seo, cara kerja seo, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, maka langkah selanjutnya adalah mempraktekkannya. Selamat berjuang untuk optimasi web bisnis anda. Jika anda menginginkan cara instan, maka anda dapat menggunakan jasa adwords terbaik untuk menampilkan website bisnis anda di halaman 1 Google.

error: Content is protected !!