Cara Optimasi Kecepatan Website

Cara optimasi kecepatan website penting untuk dilakukan agar pengunjung tidak harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan artikel atau konten yang diinginkan. Kecepatan website ini juga berpengaruh terhadap ranking website di search engine sehingga website dengan kecepatan akses yang bagus, maka peringkatnya di search engine pun juga akan lebih memuaskan.

Umumnya, kecepatan rata-rata pada kebanyakan website adalah 3-7 detik. Jika website anda memiliki kecepatan akses di bawah waktu rata-rata, maka sudah bisa dikatakan cepat dibanding lainnya. Untuk mengetahui kecepatan website, banyak tool yang bisa digunakan, mulai dari WebPageTest, Google PageSpeed Insights hingga GTMetrix sesuai dengan kebutuhan masing-masing website yang anda miliki.

Karena kecepatan website dapat memengaruhi ranking di mesin pencari, maka tidak ada salahnya jika anda tidak hanya memperhatikan teknik SEO pada konten saja, melainkan juga memperhatikan kecepatan akses website. Setelah mengetahui kecepatan website anda, maka lihatlah, apakah sesuai standar, lebih cepat atau bahkan lebih lambat dan berikut ini beberapa cara optimasi kecepatan website yang bisa dilakukan.

1. Kurangi Plugin yang Tidak Berguna

Plugin seringkali ditambahkan pada website untuk mempermudah pengunjung dalam beraktivitas di website tersebut. Namun, jika laman tersebut memiliki terlalu banyak plugin, maka dapat memengaruhi kecepatannya yang melambat. Oleh karena itu, periksa kembali plugin yang ada pada website dan cobalah untuk menghapus beberapa plugin yang sekiranya tidak terlalu penting atau bahkan kurang berguna.

Mengetahui adanya plugin gratis pasti membuat anda ingin menginstall sesuka hari, tapi pastikan bahwa anda memilih plugin dengan script yang tidak terlalu banyak, begitu juga dengan request dan ekstra query pada database yang tidak banyak. Cara optimasi kecepatan website adalah mengurangi penggunaan plugin yang kurang berguna dan berdampak pada performa website anda.

2. Optimasi Berat Gambar

Suatu artikel atau konten yang hanya berisi tulisan saja pasti sangat membosankan. Untuk itulah, anda berhak menyertakan gambar untuk menambah seni pada konten dan mampu memperjelas pembahasan pada konten tersebut. Namun, jangan asal dalam memilih dan mengupload gambar, karena hal ini bisa memengaruhi performa website, khususnya pada kecepatan website.

Memilih gambar dengan berat di atas 1 MB pasti akan membuat kecepatan website terganggu. Jadi, pastikan jika anda telah menggunakan gambar dengan resolusi yang rendah, yaitu di bawah 1 MB. Namun, jika anda ingin gambar yang lebih berkualitas, pastikan bahwa anda telah melakukan compress. Sehingga ukurannya menjadi lebih ringan dan cara optimasi kecepatan website bisa berjalan dengan baik.

3. Perkecil Ukuran Gambar

Hampir sama dengan pembahasan di atas, selain berat gambar, anda juga harus memperhatikan ukuran gambar yang digunakan. Jika anda sudah melakukan compress pada gambar, maka langkah berikutnya adalah memperkecil ukuran pixel gambar. Ukuran gambar yang terlalu besar akan memenuhi halaman jadi bukan hanya menghalangi pandangan, tapi juga memberatkan website.

Misalnya saja, ukuran asli gambar adalah 780×420 dan kemudian anda mengeceknya di GTMetrix, maka didapatkan ukuran gambar yang disarankan adalah 300×162. Baru setelah itu, anda bisa mengedit ukuran gambar dengan berbagai software editing gambar yang mudah ditemui, mulai dari paint, photoshop dan lain sebagainya. Sehingga cara optimasi kecepatan website dapat dilakukan.

4. Gunakan Plugin Caching

Proses penyimpanan sementara data dari suatu website sering disebut sebagai caching. Penyimpanan ini bertujuan untuk mempercepat loading website. Anda mungkin merasa bahwa loading pertama kali memasuki suatu website akan terasa lama karena memang belum ada proses caching. Namun, jika anda memasuki website tersebut untuk kedua kalinya atau seterusnya, maka loading website akan terasa lebih cepat.

Cara yang lebih mudah untuk dilakukan adalah dengan memanfaatkan plugin WordPress, sehingga anda akan mendapatkan website dengan kecepatan yang lebih memuaskan. Cara optimasi kecepatan website bagi anda pengguna WordPress, antara lain WP Rocket, W3 Total Cache, WP Super Cache, Hyper Cache dan WP Fastest Cache.

5. Aktifkan Gzip Compression

Gzip Compression sering kali digunakan untuk mempercepat loading website. Tambahkan baris kode di .httaccess agar Gzip Compression bisa diaktifkan tanpa menggunakan plugin. Jika anda kesulitan untuk melakukannya, anda bisa memanfaatkan plugin WordPress bernama Check and Enable GZIP Compression untuk mengaktifkannya dengan lebih mudah.

Sebelumnya, kita telah membahas tentang cara compress gambar. Berbeda dengan Gzip yang digunakan untuk mengompress ukuran file. Misalnya saja, suatu gambar memiliki ukuran 150MB, maka bisa menjadi ukuran 50MB setelah dicompress dalam bentuk format ZIP. Namun, sebelum anda melakukan cara optimasi kecepatan websiite, pastikan dulu bahwa website anda sudah mengaktifkan fitur Gzip di GZIPTest.com.

6. Optimasi Database Website

Setiap website pasti memiliki database-nya masing-masing dan ternyata hal ini dapat berpengaruh terhadap kecepatan loading website tersebut. Kebanyakan orang menggunakan plugin WordPress ketika ingin mengoptimasi database untuk mempercepat loading website. Namun, cara ini sangatlah rumit dan tidak semua orang bisa melakukannya dengan baik. Apalagi bagi anda yang masih awam di bidang satu ini.

Jika anda ingin mengoptimasi database website tanpa kesulitan, maka bisa memanfaatkan plugin WP-Optimize. Plugin tidak hanya berguna untuk mengoptimasi website, tapi juga bisa anda gunakan untuk mengcompress gambar, blok komentar spam, daftar post, translate, post revisi dan masih banyak lagi. Jadi, plugin sangat cocok untuk membantu anda melakukan cara optimasi kecepatan website.

7. Minify File CSS dan Javascript

Dalam struktur kode, kita akan menemukan berbagai jenis dan bentuk karakter dengan fungsinya masing-masing. Terkadang, ada juga karakter yang tidak dipergunakan dalam struktur kode, sehingga karakter tersebut harus dihilangkan agar tidak mengganggu kecepatan loading website. Karena struktur kode yang penuh dengan karakter dapat melambatkan kecepatannya. Proses penghilangan karakter inilah yang sering disebut sebagai Minify.

Dengan sejumlah karakter yang dihilangkan, maka file kode menjadi lebih cepat dan ringan untuk dieksekusi. Hal inilah yang membuat kecepatan website pun akan meningkat. Jika anda tidak bisa melakukan cara optimasi kecepatan website secara manual, anda bisa memanfaatkan plugin Autoptimize. Plugin ini bisa dioperasikan dengan mudah dan tidak butuh waktu lama untuk melakukannya.

8. Gunakan Hosting yang Cepat

Cara terakhir yang bisa anda lakukan adalah memilih hosting yang berkualitas, sehingga kecepatan yang dimilikinya cukup untuk website anda. Dalam beberapa kasus, cara di atas mungkin belum berhasil membuat website anda memiliki kecepatan yang diharapkan. Namun tak perlu khawatir, karena masih ada cara lainnya yaitu dengan menggunakan hosting yang cepat.

Sebelumnya, lakukan pemeriksaan terlebih dahulu tentang hosting yang anda gunakan, apakah bermasalah atau tidak. Apabila anda menemukan masalah dalam fungsi hosting, maka anda bisa beralih ke penyedia hosting yang lebih berpengalaman dan profesional. Pastikan, anda telah memperhatikan berbagai hal lain untuk dipertimbangkan.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan kecepatan website, mulai dari mengurangi plugin yang tidak berguna hingga menggunakan hosting yang cepat. Anda bisa mencoba satu atau beberapa cara di atas sesuai dengan kebutuhan website, agar hasilnya pun lebih maksimal. Dengan begitu, cara optimasi kecepatan website akan memberikan hasil yang diharapkan.

error: Content is protected !!