Cara Optimasi User Experience

Cara optimasi user experience sering dilakukan untuk meningkatkan jumlah pengunjung yang datang di website. Jumlah pengunjung website tidak hanya berfungsi sebagai apresiasi atas hasil karya kita di website, tapi juga bisa menjadi sumber penghasilan. Semakin banyak jumlah visitor setiap harinya, maka peluang untuk mendapatkan penghasilan juga semakin banyak.

Namun, tidak mudah untuk menarik visitor untuk mengunjungi website anda dan berlangganan. Apalagi dengan persaingan bisnis yang semakin ketat, maka anda harus berupaya semaksimal mungkin untuk menarik minat para visitor. Salah satu teknik yang bisa dilakukan adalah berkaitan dengan user experience. Meskipun setiap orang memiliki pandangan tersendiri terhadap suatu website, tapi cara berikut bisa jadi solusi.

1. Memberikan Kesan Pertama pada Pengunjung

Kesan pertama ini bisa diciptakan sendiri oleh pemilik website, agar visitor semakin betah dan tertarik dengan website kita. Pada umumnya, visitor melihat suatu website dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. Sehingga anda bisa menempatkan sesuatu yang menarik perhatian di sebelah kiri atas, agar langsung ditangkap oleh mata.

Warna bisa jadi pilihan untuk menarik mata visitor. Anda bisa menggunakan kombinasi warna, seperti orange-hijau, biru-putih dan lainnya. Pastikan bahwa anda tidak menggunakan warna yang gelap karena itu memiliki user experience yang buruk. Selain itu, gunakan font, seperti Open Sans dengan ukuran yang lebih besar sebagai cara optimasi user experience.

2. Memilih Web Desain yang Responsif

Web desain merupakan bagian yang tidak boleh dilupakan, jika anda ingin memberikan user experience yang menyenangkan. Faktanya, website yang masih menggunakan web desain tradisional atau tinggal menggantinya dengan web desain yang responsive. Maka sekitar 20% visitor akan terus berkurang karena visitor tidak mendapatkan user experience yang menyenangkan saat berkunjung ke website tersebut.

Pastikan bahwa web desain anda cukup responsif tidak hanya untuk dekstop laptop atau komputer, tapi juga responsif untuk ponsel. Sekarang ini, semakin banyak orang yang lebih memilih menggunakan ponsel untuk browsing, karena dirasa lebih praktis dan mudah. Oleh karena itu, membuat web desain yang responsif untuk dekstop dan ponsel merupakan salah satu cara optimasi user experience.

3. Memilih Call to Action Terbaik

Call to Action (CTA) bisa menjadi cara untuk membuat visitor membagikan konten anda, memberikan komentar, membeli produk yang ditawarkan atau menggunakan jasa yang disediakan. Oleh karena itu, user experience yang lebih aktif akan ditunjukkan apabila anda menambahkan kalimat CTA pada akhir paragraph, yang membuat visitor bereaksi secara aktif.

Pada tahap ini, visitor akan dibingungkan dengan tombol yang gelap atau terang, besar atau kecil dan lainnya. Sebelumnya, anda harus menentukan desain CTA yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan website anda. Lebih baik jika menerapkan test A/B pada pembuatan CTA. Buatlah visitor lebih mudah dalam menentukan aksinya, sehingga bisa menjadi cara optimasi user experience.

4. Menghilangkan Elemen yang Tidak Penting dalam Website

Pada umumnya, visitor merasa tidak nyaman ketika berkunjung ke website yang penuh dengan plugin, fitur atau tampilan yang tidak penting, misalnya musik, plugin tak berguna, animasi atau link website yang terlalu banyak. Website seperti ini tidak ramah terhadap visitor, sehingga dapat mengganggu kegiatan visitor di website tersebut.

Oleh karena itu, mulailah untuk berpikir sederhana. Tidak perlu menyertakan berbagai fitur, plugin atau tambahan secara berlebihan karena hal ini justru bisa menurunkan user experience dan membuat visitor enggan untuk kembali ke website anda. Untuk itu, hilangkan elemen yang tidak penting pada website sebagai cara optimasi user experience yang paling tepat.

5. Meningkatkan Kecepatan Loading Halaman

Menunggu loading website yang terlalu lama pasti akan membuat anda merasa jengkel, bukan? Belum lagi jika ternyata konten yang muncul tidak sesuai harapan, maka visitor dijamin tidak akan kembali ke website anda. Kecepatan loading sangat penting untuk membuat user experience visitor terasa lebih menyenangkan, karena tidak akan membuat visitor menunggu terlalu lama.

Elemen yang terlalu banyak tidak hanya mengganggu pemandangan dan aktivitas visitor saja, tetapi juga bisa membuat loading website terlalu lama. Selain itu, anda harus mengkompres gambar jika ingin mengunduhnya pada website, agar muatannya tidak terlalu memberatkan website anda. Dengan begitu, kecepatan loading halaman lebih cepat dan bisa memengaruhi cara optimasi user experience. Silahkan baca bagaimana cara optimasi kecepatan website.

6. Membuat Artikel yang Dibutuhkan Pengunjung

Jika anda ingin mendapatkan perhatian dari para visitor, maka artikel atau konten yang dibuat harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh visitor. Untuk itu, penting bagi kita menentukan terlebih dahulu target visitor yang diinginkan, apakah para pelajar, pekerja, pebisnis, ibu rumah tangga atau kalangan lainnya. Baru kemudian, kita membuat konten sesuai dengan kebutuhan target tersebut.

Misalnya saja, target visitor anda adalah ibu rumah tangga, maka konten yang sesuai dengan kebutuhan visitor tersebut adalah resep makanan, pola asuh anak, teknik mengepel yang baik dan lain sebagainya. Apabila anda sudah mengetahui kebutuhan target visitor, maka cara optimasi user experience menjadi lebih mudah untuk dilakukan.

7. Membuat Artikel yang Berkualitas

Setelah anda mengetahui artikel seperti apa yang dibutuhkan atau diinginkan oleh visitor, maka jangan lupa untuk memperhatikan kualitas dari tulisan tersebut. Artikel yang berkualitas adalah artikel yang mudah dipahami, solutif, dan nyaman untuk dibaca. Untuk mudah dipahami, anda harus mampu memadukan kata dan kalimat dengan baik, sehingga tidak akan membingungkan orang yang membacanya.

Selain itu, pastikan bahwa dalam menulis konten ini, anda telah melakukan riset atau membaca konten yang serupa. Sehingga apa yang Anda tuliskan bukan tulisan abal-abal, tapi berdasarkan referensi yang terpercaya. Dengan begitu, pembahasan artikel akan lebih solutif dan bisa dijadikan sebagai salah satu cara optimasi user experience.

8. Navigasi Website yang Mudah

Pada umumnya, visitor sudah memiliki bayangan tersendiri mengenai navigasi website. Karena memang sebagian besar website memiliki navigasi yang hampir sama, seperti meletakkan menu pada bagian atas, kolom komen pada bagian bawah dan lain sebagainya. Jika anda mengikuti navigasi yang biasa digunakan oleh kebanyakan website maka dapat meningkatkan user experience.

Beberapa website mungkin ingin tampil beda sehingga penggunaan navigasi pada websitenya dibuat berbeda. Hal ini justru akan membuat para visitor merasa kebingungan saat menjelajahi website tersebut. Oleh karena itu, pastikan bahwa website anda memiliki navigasi yang umum digunakan dan memudahkan visitor sebagai cara optimasi user experience agar lebih mudah.

9. Testimonial dan Feedback

Testimoni dan feedback sangat penting untuk mendapatkan kepercayaan dari visitor. Bagi anda yang menjual suatu produk atau menawarkan suatu jasa, maka testimoni bisa anda dapatkan melalui email. Pilihlah testimoni dan feedback yang positif, sehingga dapat membangun citra yang positif pula. Dengan begitu, semakin banyak visitor yang percaya dengan produk atau jasa yang anda tawarkan.

Jadi, banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan user experience yang menyenangkan pada suatu website. Mulai dari memberikan kesan pertama pada visitor hingga menampilkan testimoni dan feedback yang positif. Semua cara di atas bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing website, sehingga bisa menjadi cara optimasi user experience terbaik.

error: Content is protected !!